Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.
    Tampilkan postingan dengan label pembina. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label pembina. Tampilkan semua postingan

    Wahai Pemuda Ada Apa Denganmu ( Bagian 2 )


    Oleh Ustd. Agung Nursidik
    Sahabat Pejuang Subuh, hari ini kita akan melanjutkan pembahasan kita tentang kondisi pemuda saat ini. Setelah kita mengetahui tentang potensi dan jati diri pemuda di antaranya yaitu bahwa pemuda adalah kuat, pemuda adalah amanah, pemuda adalah tanggung jawab, pemuda adalah sebagai genarasi pengganti. Maka di saat itulah musuh – musuh Islam dengan berbagai macam cara mereka akan selalu menghancurkan pemuda Islam agar kehilangan potensi dan jati dirinya. Kita harus tau betul apa saja ancaman – ancaman dan tujuan dari musuh – musuh Islam untuk membuat pemuda kehilangan akan jati dirinya. Tujuannya adalah agar mereka tidak tau apa yang sesungguhnya yang terjadi dengan dirinya, ada apa dengan dirinya, hingga berujung kepada kelemahan dan kehancurannya.
    وَلَن تَرْ‌ضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَ‌ىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّـهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّـهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ‌ ﴿١٢٠
    “ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” ( QS. 2 : 120 )
    Kalau kita melihat ayat di atas sudah sangat jelas tujuan Yahudi dan Nasrani sebagai musuh Islam adalah, agar kita masuk dan mengikuti perangkap mereka, ideology mereka, budaya meraka, kebiasaan mereka dan lain – lain. Mari kita perhatikan, apa saja perangkap – perangkap meraka :
    1.     Problematika Kehidupan Pemuda :
    a.     Gila hoby dan bermain game :
    inilah perangkap dan ancaman yang sudah banyak terjadi, bahkan korbannya bukan saja pemuda, tetapi mulai dari anak – anak sampai dewasa. Ada apa dengan game?. Perhatikanlah beberapa fakta tentang game online atau Play Station. Lee Seung Seop Tewas oleh Starcraft (2005), Peter Burkowski  (18 th) tewas oleh Arcade, Qiu Chingwei membunuh temannya karena Dragon Sabre, Shawn Wolley (21 th) bunuh diri karena everquest, Xiao Yi (13 th) bunuh diri lompat gedung karena War wordcraft. Seorang pria warga China menghembuskan nafas terakhirnya setelah bermain game tiga hari berturut-turut tanpa henti. Dilansir melalui Fox News, Rabu (23/2/3011), pria yang namanya tidak disebutkan itu tidak pernah tidur selama tiga hari berturut-turut, ia pun tidak makan dan tidak beranjak satu jengkal pun dari komputernya. Padahal Rasulullah mengingatkan bahwa : “sebagian dari tanda kebaikan keislaman seseorang adalah : meninggalkan yang tiada manfaat baginya “ (HR Tirmidzi)
    b.     Gelombang Trend Idola
    Di jaman globalisasi seperti ini gelombang trend idola sudah sangat menjamur. Islam tidak melarang setiap umat memiliki panutan atau idola, tetapi yang di larang dalam Islam adalah jika kita mengidolakan yang bukan golongannya. Fakta berbicara Antrian Tiket konser Justin Biber di Bogor mencapai 1 kilometer !. Tiket konser Lady Gaga pada Juni 2012 saat ini - dua bulan sebelumnya - sudah habis ( 44.000 tiket dengan harga antara Rp 465.000 sampai Rp 2.250.000. ). Padahal Rasulullah mengatakan bahwa : “Barang siapa menyerupai sebuah kaum, maka dia bagian dari mereka “ (HR Abu Daud).
    c.      Dunia Coba – Coba
    Pada kenyataannya, kondisi pergaulan yang ada saat ini lebih cenderung mengarah kepada pergaulan bebas, dan coba – coba. Yang menjadi korban dari dunia ini adalah anak – remaja, sehingga ketika ia dewasa sudah menjadi pelaku aktif. Di antaranya adalah pacaran, rokok, narkoba, miras dan lain – lain. Survei berbicara 3 dari 10 pelajar di Indonesia pernah merokok sebelum usia 10 tahun. 34,58 persen pelajar tingkat SLTA  perokok aktif. Survei Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan, prevalensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelajar mencapai 4,7 persen dari jumlah pelajar dan mahasiswa atau sekitar 921.695 orang.
    d.     Mengekor Tradisi dan Sosial Media
    Sudah menjadi tradisi jika kondisi yang ada sekarang anak – anak muda lebih bangga, enjoy dan senang jika hari – harinya selalu berkerumun di tempat – tempat belanja modern. Tidak afdol rasanya jika setiap berbelanja tidak ke swalayan. Karena itu sudah menjadi kebiasaan maka lama – kelamaan bangsa Indonesia hanya hidup sebagai penikmat produk, bukan sebagai yang menemukan  atau menciptakan produk. Lalu ada apa dengan pacaran? Lalu inikah hasilnya ?Survei Komnas Anak di 12 Provinsi dengan responden 4500 remaja ( Tahun 2010). 97% remaja SMP dan SMA pernah melihat film porno. 93,7 % pernah berciuman hingga petting (bercumbu). 62,7 % remaja SMP sudah tidak perawan. 21,2 % remaja SMA pernah aborsi. Begitu juga dengan fasilitas social media yang begitu banyak. Semua fasilitas tersebut sangat mudah didapatkan dengan gratis melalui telepon gemgam yang sudah canggih. Sosial media seperti FB, Twetter, WA, Instagram sangat mudah di dapatkan. Islam tidak melarang menggunakan fasilitas tersebut, tetapi Islam hanya menginginkan menggunakan fasilitas tersebut sebagai kebaikan. Ingatlah bahwa media social akan menjadi bermanfaat jika yang menggunakan adalah orang yang baik, tetapi media social akan menjadi tidak baik atau bahkan kejahatan jika yang memakai adalah orang yang baik.

    Maka dari itu wahai pemuda, kenali diri kalian, kenali potensi kalian. Jangan sampai hidupmu sia – sia dan hancur dengan ketidaktahuan akan ancaman – ancaman yang merusak dirimu. Wallau alam
     

    DAHSYATNYA GHOZWUL FIKRI


    Oleh : Ustd. Agung Nursidik
    Assalamu’alaikum Warohmatulahi Wabarokatuh, sahabat Pejuang Subuh Bekasi, sebelum saya membahas bahasan yang sangat penting tentang betapa bahayanya pengaruh Ghozwul Fikri terhadap umat islam khususnya generasi muda Islam maka alangkah lebih baiknya jika kita menyimak tentang pernyataan para Rabi Yahudi saat mengadakan konferensi dengan seluruh kalangan mereka. Simak baik – baik pernyataan mereka: “ Untuk menghancurkan negeri Islam cukup dengan melamahkan pemudanya “ . Mereka juga megatakan “ Kita tidak perlu membuat umat Islam murtad dari agamanya, tetapi yang perlu kita lakukan adalah membuat mereka jauh dari Al – Qur’an “. Itulah penggalan perjanjian mereka yang hingga hari dan sampai akhir jaman menjadi strategi untuk menghancurkan umat islam di manapun berada. Tidak terkecuali dengan Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim dan sudah menjadi target besar mereka untuk dihancurkan. Strategi mereka tidak seperti jaman dahulu ketika nenek moyang kita dijajah secara fisik atau dengan penjajahan militernya, tetapi strategi yang mereka gencarkan dari dulu hingga sekarang bernama Ghozwul Fikri.
    Apa itu Ghozwul Fikri, ia berasal dari kata Al – Ghozwah yang artinya PERANG dan Fikriyyah yang artinya pemikiran. Sehingga arti dari Ghozwul Fikri adalah Perang Pemikiran, atau dalam istilah kerennya adalah perang opini. Perbedaan antara Perang Militer ( Qital ) dengan Ghozwul Fikri begitu jelas. Kalau perang militer targetnya sangat jelas, musuh dan lawan sangat jelas, jumlah korban bisa diprediksi, usia korban pun bisa di prediksi, waktunya adalah sesuai dengan aturan perang pada umumnya. Tetapi Ghozwul Fikri targetnya sangat banyak bahkan tidak terbatas, yang menjadi korban adalah lintas usia dari usia kecil sampai tua, waktunya full 24 jam. Itulah mengapa Ghozwul Fikri di sebut sebagai perang yang lebih dahsyat karena sangat berbahaya. Lantas apa saja bahaya dari Ghozwul Fikri tersebut?, setidaknya ada 7 bahaya yang sangat dahsyat bagi semua umat islam yaitu :
    1.     Penggiringan seluruh umat Islam agar TERTIPU , maksudnya adalah bahwa orang – orang yahudi atau bangsa syaitoni selalu membuat tipu daya kepada umat islam agar mereka tertipu dengan mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al – Qur’an Surat Fatir ayat 6
    إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ‌ ﴿٦
    “ Sungguh Setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka perlakukanlah mereka sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala – nyala “ ( QS. 45 : 6 )
    Ayat di atas sangat jelas bahwa Allah memberitaukan kepada kita bahwa setan itu jelas – jelas musuh kita, dan kita harus berusaha keras menjauhiinya, karena mereka dengan segala cara akan melakukan tipu daya kepada umat islam agar menjadi pengikut dan golongan mereka yang akan menjadi penghuni neraka.
    2.     Penggiringan agar kita memiliki KECENDERUNGAN, maksudnya adalah bahwa yahudi dan nasrani dengan segala ide dan strategi mereka akan mengajak kita agar memiliki atau melakukan kebanyakan dari kebiasaan mereka. Kita di giring agar kita lebih nyaman melakukan budaya, kebiasaan dan ideology mereka, karena kita sudah menganggap bahwa semua itu adalah benar dan sudah biasa. Sebagaimana Firman Allah dalam Al – Qur’an Surat Hud ayat 113 :
    وَلَا تَرْ‌كَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ‌ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّـهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُ‌ونَ ﴿١١٣
    “ Dan janganlah kamu cenderung kepada orang – orang yang dzolim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehigga kamu tidak akan diberi pertolongan “ ( QS. Hud : 113)
    Itulah mengapa Allah melarang kita memiliki kebiasaan – kebiasaan yang di lakukan oleh orang yang dzolim yaitu orang yang membuat kerusakan di muka bumi ini, baik pada diri mereka maupun terhadap alam semesta ini. Sehingga barangsiapa umat islam melakukan kebiasaan yang dilakukan oleh orang dzolim akan membuatnya di sentuh oleh api neraka, dan perdebatan mereka di neraka dengan setan – setan tersebut sedikitpun tidak akan menjadi penolongnya, karena mereka ( setan – setan ) akan berlepas diri dari kita.
    3.     Kita akan digiring untuk MENCINTAI mereka, betapa banyak penduduk muslim hari yang tidak pernah menyadari bahwa kebanyakan mereka lebih mencintai produk – produk mereka. Padahal banyak produk – produk mereka mulai dari makanan, minuman, elektronik, outomotif dan produk lainnya yang kita bangga memakainya. Padahal produk – produk tersebut mereka ciptakan tidak lain adalah untuk menghina, melecehkan, dan merusak umat islam. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al – Qur’an Surat Ali Imron : 118
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُ‌هُمْ أَكْبَرُ‌ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ ﴿١١٨
    “ Wahai orang – orang yang beriman !. Janganlah kamu menjadikan orang – orang yang di luar kalanganmu sebagai teman kepercayaanmu, ( karena )  mereka tidak henti – hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat – ayat Kami, jika kamu mengerti.” ( QS. 3 : 118 )
    Telah begitu terang dan jelas bahwa apa yang mereka inginkan dari kita umat Islam adalah kerusakan dan kehancuran di karenakan kebencian mereka yang begitu  besar.
    4.     Perlahan – lahan kita di buat MENTAATI mereka, strategi ini telah mereka suguhkan dalam berbagai perkara yang menimpa umat Islam pada hari ini. Umat islam begitu yakin dan percara tentang propaganda mereka ketimbang mempercayai Al – Qur’an dan Hadits serta fatwa para ulama. Banyak kaum muslimin yang terjangkiti penyakit krisis kepercayaan kepada sesuatu yang haq dan lebih mempercayai yang batil seolah – olah di anggap benar. Contohnya adalah umat Islam saat ini lebih percaya apa kata gosip dari pada apa yang terkandung dalam Al Qur’an, Hadits dan fatwa ulama. Sebagaimana Firman Allah berikut :
    ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِ‌هُوا مَا نَزَّلَ اللَّـهُ سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الْأَمْرِ‌ ۖ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ
    “ Yang demikian itu, karena sesungguhnya mereka telah mengatakan kepada orang – orang ( Yahudi ) yang tidak senang apa yang diturunkan Allah, “ Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan ,” Tetapi Allah mengetahui rahasia mereka.” ( QS. 47 : 26 )
    5.     Kita akan dibuat agar MENGIKUTI mereka, kebencian mereka begitu besar sehingga berbagai cara mereka lakukan agar kita benar – benar mengikuti meraka. Bahkan kemanapun kita pergi mereka akan terus mengejar kita sampai ke lubang jarum pun mereka akan mengeja kita, sampai betul betul kita mengikuti kita, perhatikan firman Allah berikut :
    وَلَن تَرْ‌ضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَ‌ىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّـهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّـهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ‌ ﴿١٢٠
    “ Dan orang – orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu ( Muhammad ) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah  “ Sesungguhnya petunjuk Allah itu adalah petunjuk yang sebenarnya.” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu ( kebenaran ) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah. “ ( QS. Al – Baqarah : 120 )
    Perhatikan kata millah di atas, millah bukan hanya bermakna agama, tetapi bisa bermakna kebiasaan, budaya, ideologi. Maka jika kita perhatikan ayat di atas bahwa ternyata keinginan Yahudi dan Nasrani bukan hanya kita mengikuti agama mereka, tetapi semua budaya, pemikiran, ideologi, penampilan, gaya hidup harus di ikuti, perlahan – lahan tapi pasti. Sehingga kita benar – benar akan menyerupai mereka.
    6.     Kita akan di ajak agar LOYALITAS kepada mereka, ujung dari target mereka adalah agar umat Islam loyal atau setia kepada semua keinginan mereka. Salah satu bukti nyata yang terjadi di Indonesia adalah betapa banyak muncul para kaum LGBT yang mengusung dan membela agenda kerusakan mereka. Ketika pemerintah dan para ulama mengusung udang – undang yang mengharamkan mereka, tetapi mereka kaum LGBT rela mati – matian melakukan aksi demo menolak undang – undang tersebut. Perhatikan Firman Allah SWT berikut :
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَ‌ىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ﴿٥١
    “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” ( QS. 5 : 51 )
    Sahabat Pejuang Subuh, taukah apa yang terjadi apabila target – target Yahudi dan Nasrani berhasil menjerat dan mengikat umat Islam?. Yang terjadi adalah kita akan menjadi umat yang rendah diri, mengekor, akan dilaknat oleh Allah SWT, Kesyirikan, Allah berlepas diri darinya, murtad, mendapatkan azab Allah karena kita sudah menjadi UMAT YANg JAHILIYAH. Wallahu Alam

     

    Tipu Daya Berbalas Tipu Daya, Bersiaplah

    Pemateri: Ust. Agung Waspodo, SE, MPP

    Pertempuran di Ascalon - 12 Agustus 1099

    Pertempuran yang terjadi pada hari Jum'at 22 Ramadhan 492 Hijriah ini terjadi tidak lama setelah al-Quds direbut oleh Pasukan Salib gelombang pertama dari tangan kerajaan syi'ah Fathimiyah yang berbasis di Mesir. Godfrey de Bouillon memimpin Pasukan Salib yang menghalau rombongan Fathimiyah yang semula hendak membebaskan al-Quds. Pertempuran ini terjadi di luar kota Ascalon pada akhir babak Perang Salib Pertama 1096-99.

    Latar Belakang

    Pada awalnya Pasukan Salib sudah mencoba bernegosiasi dengan kekuatan Fathimiyah untuk mendapatkan kota al-Quds namun menemui jalan buntu. Selama pergerakan Pasukan Salib menuju al-Quds mereka memperoleh jawaban dari pihak Fathimiyah yang bersedia kehilangan Syria tapi tidak untuk Jerusalem. Tentu saja hal ini memancing emosi Pasukan Salib yang merasa lebih berhak atas gereja Holy Sepulchure; tempat yang diyakini dimana Yesus disalib. Kota al-Quds dikepung dan jatuh pada hari Jum'at 23 Sya'ban (15 Juli) setelah dikepung cukup lama. Setelah kota suci itu jatuh ke tangan Pasukan Salin barulah mereka mengetahui dari arsip surat-menyurat bahwa kekuatan Fathimiyah di Mesir telah mengirimkan bantuan menuju al-Quds.

    Dinamika di Pihak Pasukan Salib

    Perkembangan ini menuntut Pasukan Salib bergerak cepat; Godfrey de Buillon segera dinobatkan sebagai Defender of the Holy Sepulchre pada tanggal 22 Juli, Arnulf de Chocques sebagai Patriarch of Jerusalem pada 1 Agustus, dan salib-asli True Cross konon ditemukan pada tanggal 5 Agustus. Utusan dari Fathimiyah datang untuk memerintahkan mereka semua keluar dari al-Quds namun ia ancaman tersebut dinilai kosong.

    Pada tanggal 10 Agustus, Godfrey memimpin pasukan yang masih dapat dikerahkan setelah pertahanan Jerusalem dicukupkan. Pasukan ini bergerak cepat menuju Ascalon; jaraknya sekitar 1 hari berkuda cepat. Pada saat yang sama, Peter the Hermit memimpin para pemuka agama Katholik dan Orthodox dalam sebuah prosesi dan doa keagamaan Nasrani dari Holy Sepulchure ke bekas Kuil Yahudi. Robert II dari Flanders dan Arnulf turut berangkat menemani Godfrey, tetapi Raymond IV dari Toulouse dan Robert dari Normandy tidak ikut. Mereka tidak langsung bergerak karena adanya perselisihan sebelumnya; namun setelah satuan pengintai mereka memastikan bahaya kebenaran info tersebut, maka keduanya bergegas berangkat menyuaul Godfrey.

    Di dekat Ramla keduanya bertemu Tancred dan Eustace (saudara Godfrey) yang pada awal bulan telah diberangkatkan untuk merebut kota Nablus. Balatentara yang sudah berangkat lebih dahulu kini bersemangat karena meyakini bahwa bersama mereka ada salib-asli serta tombak-suci Holy Lance yang dipercayai pernah dipakai untuk menusuk jasad Yesus untuk memastikan kematiannya di tiang salib. Arnulf bertugas membawa salib-asli sedangkan Raymod dari Aguilers membawa tombak-suci dan kedua relik itu dikawal ketat.

    Pertempuran

    Pasukan Fathimiyah dipimpin oleh menteri al-Afdhal Syahansyah yang membawahi sekitar 50 ribu pasukan; adapula yang mengatakan 20-30 ribu dan bahkan 200 ribu dalam klaim fantastis Gesta Francorum. Balatentara Fathimiyah ini terdiri dari pasukan yang beragam mulai dari bangsa Saljuq, Arab, Persia, hingga Kurdi. Al-Afdhal berencana untuk mengepung dan merebut al-Quds walau hal itu amat disangsikan mengingat ia tidak membawa mesin-kepung seperti katapul manjaniq. Walaupun begitu, ia membawa armada laut dari Mesir yang berlabuh di Ascalon; mungkin di kapal inilah perbekalan serta peralatan untuk mengepung itu dibawa.

     

    Jumlah pasti Pasukan Salib tidak dapat diperkirakan, tetapi Raymond dari Aguliers mencatat 1.200 pasukan berkuda berat serta 9.000 pasukan infanteri. Catatan sejarah yang paling tinggi menghitungnya pada kisaran 20.000 personil.

    �� Tipu Daya Berbalas Tipu Daya ��

    Al-Afdhal mengistirahatkan balatentaranya di Padang al-Majdal di luar kota Ascalon, ia tidak menyadari bahwa Pasukan Salib sedang memacu kudanya dengan cepat menuju kota Ascalon itu sendiri. Pada tanggal 11 Agustus rombongan Pasukan salib menemukan kumpulan hewan ternak yang ditinggalkan merumput di luar kota. Menurut informasi dari pasukan Fathimiyah yang tertawan di Ramla ini adalah jebakan biasa al-Afdhal untuk memecah kekuatan lawan. Oleh sebab itu Pasukan Salib tidak mengamankan hewan tersebut namun justru membawanya di belakang barisan tempur menuju Ascalon. Al-Afdhal yang masih belum menyadari bahaya yang mendatanginya kemudian terkaget melihat begitu besar jumlah Pasukan Salib yang menuju ke posisinya; ia tidak tahu jika debu yang banyak berterbangan itu lebih disebabkan oleh sekumpulan hewan miliknya yang diajak berbaris.

    Pada pagi hari Jum'at tanggal 12 Agustus, kesatuan pengintai dari Pasukan Salib menemukan bahwa tenda Fathimiyah dibangun berbaris-baris di luar dinding benteng kota. Pasukan Salib membagi barisannya menjadi 9 divisi dengan Godfrey di lini kiri, Raymond di lini kanan, sedangkan lini tengah dipenuhi oleh pasukan Tancred, Eustace, Robert dari Normandy, dan Gaston IV dari Béarnmade. Setiap divisi dipecah menjadi dua bagian dengan pasukan infanteri berbaris di depan keduanya.

    Banyak Jumlah Tapi Lemah Kekuatan ��

    Sumber catatan sejarah dari kedua pihak menyepakati bahwa Fathimiyah terkagetkan dengan serangan ini sehingga pertempuran berjalan singkat, walau Albert of Aix mengatakan sebaliknya dimana pertempuran berlangsung alot dan Fathimiya sudah siap tempur. Kedua pihak saling menembaki dengan lesatan panah sampai keduanya cukup dekat untuk bertempur jarak dekat.

    Kontingen infanteri Sudan menyerang lini tengah Pasukan Salib sedangkan pasukan terdepan Fathimiyah berhasil mengepung lini belakang; kondisi genting bagi Pasukan Salib ini terselamatkan oleh datangnya bantuan dari pasukan Godfrey. Jumlah pasukan al-Afdhal yang lebih banyak itu tidak sekuat pasukan Saljuq yang pernah dihadapi Pasukan Salib sehingga mereka masih kuat bertahan.

    Keunggulan pertempuran berbalik sehingga kini kesatuan Fathimiyah yang mulai porak poranda hingga mundur tidak teratur; bahkan kesatuan kavaleri beratnya ikut mundur tanpa sempat ikut kontak senjata. Sebagian pasukan Fathimiyah masih dapat mundur ke dalam kota sebelum gerbang ditutup, sebagian yang terkunci di luar terpaksa lari ke pantai atau ke padang belukar sehingga mudah tersusul pasukan berkuda lawan dan banyak yang terbantai di sana. Al-Afdhal juga terpaksa meninggalkan tenda dan perbekalannya ke tangan musuh dan korban jatuh di pihak Fathimiyah sekitar 10-13 ribu personil.

    Kesudahan

    Pasukan Salib bermalam di tenda-tenda yang tertinggal dan bersiap perang lago esok pagi namun mereka justru mendapatkan pasukan Fathimiyah telah mundur ke perbatasan Mesir pada malam harinya. Al-Afdhal sendiri mundur menggunakan kapal pribadinya. Setelah Pasukan Salib berhasil menjarah dan membawa pergi rampasan perang, maka sisa tendanya dibakat sebelum mereka mundur ke Jerusalem pada tanggal 13 Agustus.

    Karena terjadinya perselisihan antara Godfrey dan Raymond atas siapa yang lebih berhak atas kota tersebut, maka garnizun Fathimiyah di Ascalon enggan menyerahkan kotanya sehingga ditinggal mundur oleh sisa Pasukan Salib yang banyak sudah rindu kampung halaman. Kota Ascalon tetap menjadi milik Fathimiyah walau mereka kalah di luar kota. Kota ini terus diperkuat oleh Fathimiyah dan menjadi basis penyerangan ke wilayah Pasukan Salib pada tahun berikutnya; itu baru berakhir ketika kota Ascalon akhirnya direbut oleh Pasukan Salib pada tahun 1153.

    Agung Waspodo, kembali mencatat bahwa tipu daya itu mutlak dalam setiap konflik dan pertempuran, padahal sudah 916 tahun berlalu, lewat 14 hari pula..

    Depok, 27 Agustus 2015.. menjelang maghrib

    [iman-islam ]

    Kajian Tafsir QS. Al-Haqqoh (Bag. 1)

    Oleh: Dr. Saiful Bahri, M.A

    Mukaddimah: Benar-Benar Akan Terjadi

    Surat Al-Hâqqah termasuk surat makkiyah yang diturunkan di Makkah, tak lama setelah Surat al-Mulk. Al-Hâqqah ([1]) salah satu nama hari kiamat yang artinya hari yang benar-benar pasti terjadi. Merupakan bentuk subyek dari kata ”haqqa” ([2]). Ada beberapa nama hari kiamat yang lain, di antaranya:  Al-Waqi’ah (yang pasti terjadi), as-Sâ’ah (yang sudah ditentukan), al-Qâri’ah(yang menggetarkan hati), al-Qiyâmah   dan al-Ba’ts (hari kebangkitan), at-Taghâbun (ditampakkan amal-amal manusia) dan lain-lain.

    Tema utama surat ini adalah menguatkan keimanan terhadap hari kiamat dan adanya hari pembalasan serta pengukuhan al-Qur’an sebagai wahyu dari Allah, bukan karangan Nabi Muhammad saw. Sekaligus difungsikan sebagai pedoman hidup bagi manusia yang mau mengikuti petunjuk-Nya ([3]).

    Dalam surat ini nama Al-Hâqqah, al-Qâri’ah dan al-Wâqi’ah disebut secara berurutan. Penyebutan Al-Hâqqah dan al-Wâqi’ah yang artinya berdekatan untuk merasakan suasana hari kiamat. Yang pertama disebut dua kali untuk menimbulkan rasa ingin tahu. Dan dalam pengisahan orang-orang terdahulu disebut al-Qari’ah untuk untuk menimbulkan efek psikis yang dikiaskan secara bertingkat. Mereka yang mendustakan para utusan Allah dibinasakan di dunia dengan adzab yang mengerikan. Tapi itu tak seberapa bila dibandingkan dengan ngeri dan dahsyatnya hari kiamat. Maka konteks hal tersebut sangat menggetarkan hati([4]). Kalau Ath-Thariq (bukan nama surat) asal katanya ­tharaqa  secara bahasa berarti mengetuk (dengan ketukan kecil), tapi al-Qâri’ah asal katanya qara’a (artinya mengetuk atau melubangi). Dalam bahasa keseharian lebih sering digunakan tharaqa. Karena qara’a bisa juga diartikan ketukan yang menakutkan, mengejutkan atau membuat cemas.

    ”Hari kiamat. Apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?” (QS. 69: 1-3)

    Cara pengambaran seperti ini sering digunakan sebagai mukaddimah sebuah pemberitahuan Allah untuk hal-hal yang ghaib yang akan dikabarkan Allah pada Nabi Muhammad saw, juga kaum mukminin secara umum.

    Bila kita lihat struktur surat al-Hâqqah, mugkin kita berpikiran seharusnya ayat ke-13 diletakkan langsung setelah tiga ayat pertama sebagai jawabannya. Namun, justru Allah memilih mengisahkan terlebih dahulu nasib dan kesudahan yang dialami kaum terdahulu yang mendustakan para utusannya. Juga mendustakan adanya hari kiamat, hari kebangkitan dan pembalasan. Pelajaran apa yang bisa kita petik dari penceritaan Allah tersebut.

    Kaum Ad, Tsamud, Fir’aun dan tentaranya, serta para pendusta sebelum mereka seperti kaum Nabi Nuh as. Allah meminta kita membayangkan sejenak bagaimana adzab dunia yang mereka terima.

    "Adapun kaum Tsamud, Maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa”. (QS. 69: 5).

    At-Thaghiyah adalah sesuatu yang luar biasa, di luar yang dibayangkan manusia. Asal katanya thaghâ (melampaui batas normal). Allah menghukum kaum Nabi Shalih as. ini dengan petir yang menyambar dan suara yang sangat memekakkan telinga dan menghancurkan apa saja.

    ”Adapun kaum ‘Ad Maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang.  Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; Maka kamu lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorang pun yang tinggal di antara mereka”. (QS. 69: 6-8)

    Allah pun menyebutkan akhir yang naas bagi Fir’aun dan kaum-kaum sebelumnya yang mendustakan utusan-Nya.

    Allah pun menyebutkan akhir yang naas bagi Fir’aun dan kaum-kaum sebelumnya yang mendustakan utusan-Nya.

    ”Dan telah datang Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkirbalikkan karena kesalahan yang besar” (QS. 69:9).

    Ibnu katsir mengartikannya secara umum: kaum-kaum terdahulu yang dimusnahkan Allah karena pendustaan yang mereka lakukan ([5]). Tapi beberapa mufassirin mengartikannya secara spesifik; yaitu kaumnya Nabi Luth ([6]). Kata yang dipilih Allah juga berbeda. ”al-khâti`ah” yaitu kesalahan fatal, yang dilakukan dengan sengaja tanpa ada niat untuk memperbaiki. Subjek (pelakunya) disebut dengan ”khâti`ûn” ([7]). Berbeda dengan kesalahan secara umum ”khata``” yang subjeknya ”mukhti`un” adalah orang yang berbuat salah tanpa unsur kesengajaan, atau dengan sengaja tapi karena lalai, atau kemudian disertai keinginan untuk memperbaiki/bertaubat. Maka kepada mereka ditimpakan hukuman dan adzab yang sangat dahsyat dan bermacam-macam.

    Sangkakala Kehancuran

    Maka tatkala sangkakala ditiup oleh malaikat. Mulailah hari kehancuran itu. Hari itu lebih dahsyat dari hari-hari buruk yang menimpa kaum ‘Ad, Tsamud, kaum Nabi Nuh dan Luth, Kaum Madyan, Fir’aun. Hari kiamat yang lebih mengerikan.

    ”Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup. Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur” . (QS. 69: 13-14)

    Sekali bentur saja sudah membuat bumi ini berkeping-keping. Dan langit yang selama ini menjadi atap terbelah, kemudian runtuh. Dan hari kehancuran itu membuat orang-orang hamil langsung melahirkan. Orang-orang lari mencari perlindungan, namun mereka takkan mampu mencari tempat persembunyian. Masing-masing memikirkan keselamatan dirinya. Sehingga tak ada lagi saling kenal, bahkan ibu dan anaknya, juga diantara sesama saudara dan famili.

    ”Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah) ”. (QS. 69: 18)

    Mau bersembunyi di mana? Apa yang mereka sembunyikan. Setelah hari kehancuran itu, kemudian Allah membangkitkan semua manusia untuk mempertanggungjawabkan tingkah lakunya selama di dunia.

    ”Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, Bacalah kitabku (ini)”. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.  Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai. Dalam syurga yang tinggi, buah-buahannya dekat. (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu” (QS. 69: 19-24)

    Balasan yang baik untuk pelaku kebaikan. Hari itu muka mereka berseri-seri, bahagia dan bangga. Karenanya mereka bangga dengan catatan amal dan prestasi mereka. Karena Allah menyematkan penghargaan tersebut di depan banyak manusia dan disaksikan para malaikatnya.

    Ketika para malaikat juga orang-orang menanyai mereka mereka pun tak segan membuka rahasia keberhasilan ini. ”Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku” . Keyakinan inilah yang kemudian membawa mereka konsisten sepanjang hidup untuk memelihara stabilitas dan kualitas keimanan serta ketakwaan mereka.

    Bersambung

    Majelis MANIS

    Jadilah PEMENANG dan Generasi Pembaharu " H-3 Menuju MUKERDA "



    Rabi Yahudi Mengatakan : “ Sesungguhnya kemenangan ummat Islam terhadap  Yahudi, bila jumlah orang Islam yang sholat subuh berjamaah di masjid sama dengan jumlah yang melaksanakan sholat Jumat “

    Saat sang fajar menjelang, maka saat itulah sesungguhnya awal di mulainya hari – hari kita. Waktu yang sangat menentukan kemenangan, waktu yang sangat menentukan kekuatan, waktu yang sangat menentukan kesuksesan setiap manusia. Karena sesungguhnya kemenangan dan kesusksesan seseorang ditentukan oleh awal waktunya.
     “ Demi fajar “ ( QS. 89 : 1 )

    Allah menjadikan sumpah-Nya pada waktu fajar bukan berarti sesuatu yang sia – sia. Ada rahasia di balik sumpah-Nya yang harus kita renungankan keutamaan dan rahasianya. Waktu fajar adalah waktu yang menggambarkan betapa mata ini sulit untuk di buka, betapa beratnya badan ini untuk kita angkat. Waktu yang menjadi pembeda apakah kita orang munafik atau orang beriman.
    “ Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat isya dan sholat subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, maka mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak “ ( Al-Hadits )

    Tetapi sesungguhnya disitulah ada kekuatan, disitulah ada kemenangan dan disitulah ada keuntungan yang akan kita dapatkan dari rAhAsIA itu
    ”Dua rakaat fajar, lebih baik dari pada dunia seisinya.” (HR. Muslim 725, Nasai 1759, Turmudzi 416, dan yang lainnya).

    Sungguh betapa banyak para pecundang yang selalu membanggakan dirinya dengan segala kekuatan dan segudang kelebihan yang ia miliki, padahal ukuran kekuatan bukan hanya dari fisik dan lahiriah belaka. Tetapi para pemberani dan pahlawan sesungguhnya adalah ia yang berani mengalahkan hawa nafsunya di waktu fajar, Sehingga lahirlah mereka menjadi orang – orang memiliki mental – mental petarung untuk memperjuangkan kebenaran.
    Kajian Psikologi : “ Kemenangan manusia diawali dengan kemengangan mental. Mental untuk menghadapi berbagai halangan dan rintangan “.

    Sungguh betapa rapuhnya raga jika selalu diumbar dengan kesia – siaan dalam menghabiskan waktu, malam untuk begadang, sedangkan fajar hingga siang hari di gunakan untuk meringkuk di lelap tidurnya. Raga  akan digerogoti menjadi lemah hingga sampai lunglai loyo tak berdaya. Apakah itu yang selalu dibanggakan oleh para pemuda hari ini? Padahal sesungguhnya waktu Fajar adalah kemenangan kekuatan fisik. Kajian IPB BOGOR : “ Waktu subuh konsentrasi  oksigen di udara sangat tinggi, sehingga bila kita rutin menghirup oksigen dengan baik, maka metabolisme dalam tubuh kita akan berjalan dengan maksimal “

    Sungguh banyak orang yang kehilangan curahan rahmat Allah SWT bagi yang mengerti betapa besarnya rahasia fajar itu untuknya. Sehingga sepanjang hidupnya dipenuhi dengan rasa takut, cemas dan keragu – raguan. Maka hanya orang beruntunglah yang memanfaatkan waktu fajar untuk mendapatkan Kemenangan Rahmat dari Allah.
    Doa Rasulullah SAW : “ Allahumma barik ummati fibukuriha”
    “ Ya Allah rahmatillah umatku di pagi hari “

    Sungguh keraguan demi keraguan yang sudah lama bercokol dalam hatinya karena selalu tertinggal sang fajar, yang akan melahirkan penyakit Wahn, cinta dunia dan takut mati. Padahal Allah SWT akan memberikan CAHAYA yang sangat TERANG di hari kiamat.
    Rasulullah SAW Bersabda : “ Berilah kabar gembira kepada orang – orang yang banyak berjalan dalam kegelapan  ( subuh dan isya ), menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang di hari kiamat.” ( HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah )

    Dan Sungguh jaminan Allah atas orang – orang yang cinta dengan sang fajr, akan di berikan jaminan oleh Allah SWT, dari pagi hingga petang hari.
    Rasulullah SAW bersabda : “ Barang siapa yang menunaikan sholat subuh maka ia berada pada jaminan, penjagaan dan perlindungan  Allah “ ( HR. Muslim, At-Tarmizi dan Ibnu Majah )


    Wahai PEJUANG sholat SUBUH. Lawan rasa KANTUKMU, bergegas AMBIL air WUDHU, lekas LANGKAHKAN KAKIMU, Dapatkanlah SHOF TERDEPAN.


    SUKSESKAN MUKERDA @PS BEKASI, Ahad 10 Januari 2016. GAMAIS BUILDING. Jalan Bambu Kuning No. 25 Kel. Sepanjang Jaya Rawalumbu Kota Bekasi.

    Jadilah KAMU SAKSI sejarah yang akan menentukan KEMANANGAN generasi pembaharu.



    Oleh : Agung Nursidik ( Pembina @PS Bekasi ) 

     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Pejuang Subuh|Kota Bekasi - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by PS. Bekasi